您现在的位置是:olahraga >>正文
QQ2889 PWI kecam dugaan intimidasi wartawan pada laga Malut lawan PSM
olahraga89人已围观
简介Ternate (ANTARA) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Ternate mengecam dugaan tindakan intimida ...
Ternate (ANTARA) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Ternate mengecam dugaan tindakan intimidasi terhadap sejumlah jurnalis QQ2889saat menjalankan tugas peliputan pada laga BRI Super League antara Malut United FC melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (7/3).
Ketua PWI Kota Ternate, Ramlan Harun dihubungi ANTARA, Minggu, menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena menghambat kerja jurnalistik yang dilindungi oleh undang-undang.
Dia menegaskan wartawan yang melakukan peliputan dalam pertandingan tersebut telah mengantongi kartu identitas resmi dari penyelenggara kompetisi.
Menurut Ramlan, aktivitas jurnalistik memiliki payung hukum yang jelas melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, segala bentuk penghalangan terhadap kerja wartawan merupakan pelanggaran hukum.
"PWI Ternate mengecam keras segala bentuk upaya menghalang-halangi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Setiap orang yang menghambat kerja pers dapat dikenakan sanksi pidana dua tahun penjara sesuai UU Pers," ujar Ramlan.
Ramlan juga menyoroti dugaan intimidasi verbal serta tindakan oknum yang meminta wartawan menghapus hasil liputan berupa foto dan video.
Dia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap kebebasan pers.
Ia menegaskan, produk jurnalistik yang dihasilkan dalam proses peliputan tidak boleh dihapus atau disensor secara paksa oleh pihak mana pun, karena hal itu bertentangan dengan prinsip kemerdekaan pers.
Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers disebutkan bahwa tindakan yang menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik dapat dipidana penjara paling lama dua tahun atau denda maksimal Rp500 juta. Ketentuan tersebut merujuk pada Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) serta Pasal 18 ayat (1) yang menjamin kemerdekaan pers sekaligus melarang segala bentuk penyensoran, pembredelan maupun pelarangan penyiaran.
Peristiwa dugaan intimidasi tersebut dialami sejumlah wartawan saat melakukan peliputan pertandingan BRI Super League di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.
Salah satu wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, Irwan, mengaku dipaksa oleh seorang oknum yang diduga merupakan ofisial tim Malut United untuk menghapus dokumentasi video yang merekam perjalanan perangkat pertandingan usai laga Malut United melawan PSM Makassar.
Tidak hanya meminta penghapusan video, oknum tersebut juga diduga meminta steward stadion untuk mengusir sejumlah wartawan yang berada di tribun, meskipun mereka telah menggunakan ID Card resmi dari Super League.
"Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu," teriak oknum tersebut sambil memprovokasi sejumlah suporter di sekitar lokasi.
Dalam peristiwa itu, pemilik utama Malut United FC, David Glen Oei, yang berada di lokasi juga sempat menegur wartawan yang melakukan peliputan.
Sementara, pimpinan media Halmahera Post, Firjal Usdek, yang turut memprotes tindakan intimidasi tersebut mengaku juga dikeluarkan dari tribun oleh sejumlah steward atas perintah ofisial tim.
Menurut Firjal, keberadaan para jurnalis di tribun stadion saat pertandingan berlangsung masih sesuai dengan aturan karena mereka menggunakan ID Card resmi peliputan.
"Kami di tribun menggunakan ID Card yang lengkap, kami juga tidak keluar batas," ujarnya.
Firjal menilai tindakan ofisial Malut United yang meminta wartawan menghapus rekaman video sangat bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
"Kami sangat kecewa atas tindakan yang kami terima malam hari ini,” katanya.
Sementara, pihak Malut United belum menyampaikan keterangan resmi terkait alasan permintaan penghapusan video oleh wartawan.
Dalam pertandingan tersebut Malut United yang bertindak sebagai tuan rumah harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang tim tamu PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.
Baca juga: Malut United dan PSM Makassar berbagi satu poin di Ternate
Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Tags:
相关文章
PWI kecam dugaan intimidasi wartawan pada laga Malut lawan PSM
olahragaTernate (ANTARA) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Ternate mengecam dugaan tindakan intimida ...
【olahraga】
阅读更多Gustavo Franca: Malut United siap raih tiga poin hadapi PSM Makassar
olahragaTernate (ANTARA) - Pemain Malut United Gustavo Franca menyatakan Malut United siap meraih kemenangan ...
【olahraga】
阅读更多Timnas Indonesia di Grup B Kejuaraan ASEAN Futsal 2026
olahragaJakarta (ANTARA) - Timnas futsal Indonesia menempati Grup B dalam Kejuaraan ASEAN Futsal 2026 yang k ...
【olahraga】
阅读更多
热门文章
- Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
- Persita Tangerang bidik poin penuh ketika jamu Madura United
- Chivu: Inter Milan seharusnya bisa lebih baik kontra AC Milan
- PSSI soroti kasus rasisme dan ingatkan larangan suporter tandang
- Persita curi tiga poin penuh dari markas PSM Makassar
- Skuad Garuda untuk FIFA Series tunjukkan sikap realistis pelatih
最新文章
-
Persija Jakarta gandeng VIDA untuk digitalisasi proses administrasi
-
Gustavo Franca: Malut United siap raih tiga poin hadapi PSM Makassar
-
Akhiri perjuangan di AFF Futsal 2026, Indonesia huni peringkat empat
-
Jadwal Super League pekan 25: Persib jamu Persik, Borneo vs Persebaya
-
Bali United ditahan imbang kontra Persijap tanpa gol
-
Tiga pemain diaspora diundang ikuti seleksi timnas Indonesia U17